by

Distribusi Logistik Pemilu di Andir Terkendala Banjir

BandungKita.id, SOREANG – Banjir yang menerjang Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah menjadi penghambat bagi panitia pemilihan suara (PPS) untuk mendistribusikan logistik pemilu.

Sampai pukul 15.00 WIB PPS Kelurahan Andir baru menyalurkan logistik pemilu bagi 4 TPS dari jumlah keseluruhan 98 TPS.

“Kita terkendala banjir karena distribusi logistik mesti menggunakan perahu. Hari ini baru beres 4 TPS,” kata ketua PPS Kelurahan Andir, Efendi, Selasa (16/4/2019).

Selain banjir, distribusi logistik juga terkendala karena cuaca. Namun demikian, PPS Kelurahan Andir memastikan semua logistik akan rampung pada hari ini.

BACA JUGA:

Budidaya Bibit Ikan Mas Kabupaten Bandung di Tengah Ancaman Alih Fungsi Lahan dan Harga Pakan yang Terus Melambung

 

Tanggulangi Masalah Sampah, Kementerian LHK Serahkan Fasilitas Pengolahan Sampah Bagi 6 Kabupaten/Kota di Jawa Barat

 

“Selain banjir sekarang kan hujan, bawa logistik mesti pakai perahu. Sementara perahu tak ada penutup,” paparnya.

Mengingat Kelurahan Andir menjadi wilayah banjir, KPU Kabupaten Bandung telah mengategorikan sebanyak 65 TPS sebagai daerah paling rawan banjir.

Efendi mengatakan jumlah DPT di Kelurahan Andir sebanyak 22.193 jiwa. Ia berharap ditengah kondisi banjir, partisipasi pemilih tetap tinggi.

“Mudah-mudahan antusias masyarakat tetap tinggi,” kata Efendi.

Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 210 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di 6 Kecamatan di Kabupaten Bandung sebagai TPS rawan banjir.

Adapun 210 TPS di 6 Kecamatan yang diperkirakan bakal direlokasi terletak Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah (65 TPS), Kelurahan Baleendah, Kecamatan Baleendah (21 TPS), Desa Dayeuhkolot, Kecamatan Dayeuhkolot (41 TPS).

Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot (30 TPS), Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang (27 TPS), Desa Kamasan, Kecamatan Banjaran (7 TPS), Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay (2 TPS), Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, (17 TPS). (Restu Sauqi/Bandungkita.id)

Editor: Dian Aisyah

Comment