BandungKita.id, BANDUNG – Kinerja pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandung, Oded M Danial dan Yana Mulyana dinilai belum maksimal bahkan terkesan sempoyongan. Padahal Oded dan Yana hampir satu tahun menjadi pemimpin Kota Bandung.
Kepala Pusat Studi Pemerintahan dan Keamanan Universitas Padjajaran (Unpad), Muradi mengatakan jelang satu tahun kepemimpinanan pasangan Oded-Yana di Kota Bandung, pihaknya masih belum menemukan adanya perubahan berarti di Kota Bandung. Oded dan Yana dinilai miskin inovasi dan terobosan untuk warga Bandung.
Muradi menyebut, ada beberapa ganjalan yang membuat Oded-Yana sulit membuat gebrakan untuk warga Kota Bandung. Khususnya Oded sebagai kader parpol, kata Muradi, kinerja Oded masih nampak canggung dan terhambat.
“Pertama soal figur Oded sebagai kader PKS. Maksudnya selama sepuluh bulan jadi Wali Kota Bandung, dia nampak ragu dalam membuat kebijakan yang betul-betul berpihak pada masyarakat. Nah ini apakah disebabkan adanya pertimbangan lain seperti kebijakan partai pengusung misalnya, atau apa ini kentara pola kepemimpinan Mang Oded seperti ini,” kata Muradi saat dialog publik di salah satu Cafe di Jalan Ambon, Kamis (26/7/2019).
BACA JUGA :
Direktur PD Pasar Bermartabat Jadi Tersangka, Begini Kata Wali Kota Bandung
Seratus Hari Kerja Wali Kota Bandung: Solusi Kemacetan, PKL dan Penanganan Sampah Masih Dipertanyakan
Akibat hal tersebut, lanjut Muradi, kinerja SKPD atau dinas di lingkungan Pemkot Bandung juga menjadi terhambat.
“Jadi kepala dinas akhirnya melaksanakan program Mang Oded bukan karena memahami dan setuju pada gagasan wali Kota, namun lebih kepada takut digeser (rotasi mutasi),” ungkap Muradi.

Bayang-bayang Kasus Masa Lalu
Yang tak kalah penting, kata Muradi, yakni soal kasus di masa lalu yang juga melibatkan pegawai Pemkot Bandung dan angggota DPRD yang di dalamnya ada Oded. Ketika kasus RTH itu muncul, Oded masih menjadi anggota DPRD Kota Bandung.
Seperti diketahui, pada 16 Juli lalu, KPK memerintahkan agar penikmat aliran dana suap pengadaan tanah Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pemkot Bandung pada 2012 dan 2013 baik dari internal maupun luar pemerintah Kota Bandung, segera mengembalikan aliran uang yang sempat diterima.
BACA JUGA :
Waduh! 5 Pejabat Pemkot Bandung Diperiksa KPK Terkait Kasus RTH, Siapa Saja?
Terlebih sudah ada beberapa pejabat Pemkot Bandung maupun anggota DPRD Kota Bandung yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus pengadaan lahan untuk RTH di Kota Bandung tersebut.
“Kalau ini tidak dipatuhi tentu jadi preseden buruk dari masyarakat ke Mang Oded,” tambah dia.

Sengkarut Sekda
“Selanjutnya yang sedang hangat juga soal gugatan kepada Wali Kota Bandung, terkait Sekda yang saat ini menjabat (Ema Sumarna). Ini cukup jadi bukti bahwa Mang Oded tidak cermat dalam menjalankan strategi politik,” sambung Muradi.
Menurut dia, polemik Sekda Kota Bandung yang berlarut-larut cukup menjadi sorotan, tak hanya bagi publik Bandung namun juga nasional.
BACA JUGA :
Pemkot Bandung : Pelantikan Ema Sumarna Sebagai Sekda Kota Bandung Sesuai Aturan
Pengamat Unpad : Jika Menangi Gugatan PTUN, Oded Harus Lantik Benny Bachtiar Sebagai Sekda Kota Bandung
Pola Pembangunan
Membangun kota, kata Muradi, erat kaitannya dengan dua hal yakni membagun fisik dan non fisik. Pada era kepemimpinan Mang Oded, pembangunan non fisik masih belum jelas ukurannya. Begitu pun dengan pembangunan fisik.
Muradi menilai bukannya semakin membaik dibanding saat jaman Wali Kota Ridwan Kamil, saat ini beberapa fasilitas publik di Kota Bandung justru nampak terbengkalai.
“Misal taman. Ini kan fisik ya sifatnya. Namun kenapa justru kondisinya kumuh. Anak saya biasa baca buku di taman, dia bilang dulu pas jaman RK enak terawat, sekarang fasilitasnya jadi rusak, wifi tidak ada, kebersihan kurang terjaga,” kata Muradi menirukan ucapan anaknya.

PKS Sebut Itu Wajar
Sementara itu, ditemui di lokasi yang sama, Sekretaris Umum DPD PKS Kota Bandung Iman Lestariyono mengatakan, sebagai partai pengusung pihaknya menilai wajar jika Wali Kota Bandung Oded M Danial belum menunjukan performa kepemimpinana yang optimal.
BACA JUGA :
Wu Tower di Pasteur Diduga Belum Kantongi Amdal, Pemkot Bandung Dinilai Tutup Mata
“Kita tahu bersama pasca dilantiknya Mang Oded, kemudian ada perhelatan pemilu serentak. Itu juga cukup berpengaruh ya, namun tentu kami sebagai partai pengusung bakal menyampaikan ini kepada Mang Oded,” kata Iman yang juga anggota DPRD Kota Bandung terpilih periode 2019-2024 tersebut.
Pihaknya, kata Iman, cukup menggaris bawahi kasus RTH dan sengkarut Sekda Kota Bandung. Dia memastikan hal tersebut akan disampaikan kepada Wali Kota Bandung untuk segera diselesaikan. meski begitu sejauh ini pihaknya mengaku belum melakukan kajian internal.
“Kalau per hari ini belum (melakukan kajian internal) karena kasus RTH kan dari KPK. Kalau yang sekda juga baru-baru aja yang muncul di persidangan proses hukum yang harus dijalani seperti apa. Tentunya kita juga evaluasi internal juga,” ujarnya. (Tito Rohmatulloh/BandungKita.id)
Editor : M Zezen Zainal M





Comment